Akuntansi adalah seni mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Yang dilakukan dengan cara pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak, dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Tujuan akuntansi adalah untuk menyiapkan sebuah laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak lainnya yang berkepentingan. Akuntansi sendiri memiliki beberapa bidang yaitu akuntansi biaya, akuntansi dana, akuntansi forensik, akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, akuntansi perpajakan, akuntansi pemerintahan, akuntansi pemeriksaan, dan sistem akuntansi. Saya akan mengupas lebih dalam seputar akuntansi ini ...
Kamis, 09 Februari 2012
Sabtu, 04 Februari 2012
Solutions To Solve Job Vacancy’s Problem
As we know that Indonesia’s job vacancy has so many problem, because there’s still soo many unemployment. From all the problem about this job vacancy, i considered to solve the problem with solutions like :
- Increasing the human resources quality
Human resources is a major variable of this condition, so the quality of
this variable is fully important. We have to considering not only about the
quantity but also the quality. Because having a lot job seekers isn’t always
bad. It can be good if those people have a good quality tocompete in the real
world. Both of formal and non formal side of education must be considered to be
improved. Because not only education that counted in the real world is, but
also things like attitude and work ethic are highly needed and became one of
crucial things which determined someone’s success.
Jumat, 03 Februari 2012
What's The Best Technology For Our System-Fixer Firm ?
Jika tercetus pertanyaan seperti ini,
Apa teknologi yang terbaik untuk memperbaiki sistem
perusahaan kami?
Ini adalah hal yang sangat tergantung kepada seberapa
besar harapan dari perusahaan tersebut untuk memproduksi dan memperoleh
keuntungan. Tergantung juga kepada jenis perusahaannya.
Ada banyak jenis teknologi yang bisa diaplikasikan untuk memperbaiki sistem dari perusahaan agar dapat melakukan efisiensi, seperti penggantian karyawan manual menjadi tenaga mesin untuk mengasilkan sesuatu atau penggunaan teknologi dalam penanganan data data yang dimiliki perusahaan tersebut, seperti penggunaan software-software akuntansi untuk melakukan pencatatan dan pembukuan perusahaan.
Ada banyak jenis teknologi yang bisa diaplikasikan untuk memperbaiki sistem dari perusahaan agar dapat melakukan efisiensi, seperti penggantian karyawan manual menjadi tenaga mesin untuk mengasilkan sesuatu atau penggunaan teknologi dalam penanganan data data yang dimiliki perusahaan tersebut, seperti penggunaan software-software akuntansi untuk melakukan pencatatan dan pembukuan perusahaan.
Untuk sebuah perusahaan padat karya, misalnya pada
perusahaan garmen, penggunaan teknologi ini bisa dilakukan di berbagai sisi dan
memberikan efisiensi.
Contohnya penggantian penggunaan teknologi pada tenaga
penjahit, yang tadinya menggunakan tenaga manual padat karya yang tiap pieces
bajunya dikerjakan secara manual oleh pegawai satu persatu jadi diganti
menggunakan mesin berteknologi tinggi yang bisa membuat baju dengan efisiensi
kain dan waktu. Seperti data pada table yang tertera dibawah ini :
Jumlah Kain
|
Waktu
|
Jumlah baju
|
|
Padat karya
|
100 m2
|
3 hari
|
10 pieces
|
Padat Teknologi
|
100 m2
|
1 hari
|
20 pieces
|
Labels:
Teori Ekonomi 2,
Tugas
SOEHARTO : “Kehidupan dan Warisan Peninggalan Presiden Indonesia Kedua”
Buku biografi yang menceritakan
tentang kehidupan presiden kedua Republik Indonesia ini ditulis oleh Retnowati
Abdulgani – KNAPP, anak dari Dr. H. Roeslan Abdulgani yang bersahabat dengan
alm. Soeharto. Hubungan ini membuat Retno berkesempatan untuk menulis buku ini.
Soeharto
adalah seorang anak tunggal dari pasangan Kertosudiro (ayah) dan Sukirah (ibu).
Soeharto lahir di Kemusuk, Yogyakarta pada 8 Juni 1921 dan diberi nama “Soeharto”
oleh bapaknya yang berarti lebih baik kekayaan. Dengan nama ini diharapkan
Soeharto dapat menjadi orang yang kaya dan berkedudukan tinggi. Ayah Soeharto
adalah seorang petugas irigasi desa dan waktunya banyak dihabiskan dengan
berjudi dan merokok. Hobinya ini tentu butuh biaya besar, sampai-sampai Sukirah
harus menjual perhiasannya dengan terpaksa. Lama kelamaan Sukirah frustasi
karena tidak tahan dengan kelakuan suaminya, lalu ia minta cerai. Karena
perkawinan kedua orangtuanya yang tidak langgeng ini, maka bayi Soeharto
diserahkan kepada Mbah Kromodiryo (bidan sekaligus adik perempuan nenek
Soeharto dari pihak ayah) saat berusia 40 hari untuk diurus oleh neneknya itu,
sampai berumur sekitar 4 tahun. Setelah itu Soeharto diambil oleh ibunya lalu tinggal
bersama ibunya yang telah menikah lagi dengan Atmopawiro dan memiliki tujuh orang anak. Atmopawiro
sangat menyayangi Soeharto meskipun Sopeharto hanya anak tirinya. Saat berumur
delapan tahun, Soeharto dibawa oleh ayahnya untuk tinggal di rumah adik perempuan
ayahnya. Ibu Prawirowihardjo, adalah nama dari adik perempuan ayahnya itu. Ibu
Prawirowihardjo ini tinggal di Wuryantoro, tempat yang sudah lebih makmur
dibandingkan Kemusuk. Prawirowihardjo adalah seorang mantri tani, disinilah
Soeharto memahami budaya pertanian dan belajar banyak dari kehidupan bertani
beserta para petaninya. Pelajaran yang ia dapatkan bersama keluarga
Prawirowihardjo ini turut membentuk prinsipnya dalam cara ia memimpin dan
berkuasa di masa mendatang saat ia menjadi pemimpin dan seorang presiden.
Labels:
Resensi
Kamis, 26 Januari 2012
Relasi Antara Biaya Dengan Konsumsi dan Produksi
Salah satu cakupan teori dalam ekonomi mikro adalah cost atau biaya. Biaya ini memiliki berbagai macam bentuk dan relasi dengan dua kegiatan terpenting dalam perekonomian yaitu, produksi dan konsumsi. Karena tanpa kedua kegiatan ini maka kegiatan perekonomian akan terhenti.
Definisi dari biaya sendiri adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan telah terjadi untuk tujuan tertentu (Mulyadi; 1993).
Biaya ini memiliki empat unsur pokok dalam definisinya, yaitu :
Definisi dari biaya sendiri adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan telah terjadi untuk tujuan tertentu (Mulyadi; 1993).
Biaya ini memiliki empat unsur pokok dalam definisinya, yaitu :
1.Biaya merupakan pengorbanan
sumber ekonomi.
2.Diukur dalam satuan uang
3.Yang telah terjadi
atau yang secara potensial akan terjadi
4.Pengorbanan tersebut untuk
tujuan tertentu.
Labels:
Teori Ekonomi 2,
Tugas
Analisis Jurnal
Judul
Keunggulan Kompetitif
Sektor Industri Manufaktur di Jawa Tengah Sebelum dan Selama Krisis
Nama Pengarang
Hastarini
Dwi Atmanti
Tahun
2004
Tema
Keunggulan Kompetitif Sektor Industri
Manufaktur
Latar Belakang
Masalah
Fenomena
Industrialisasi mulai berkembang sejak tahun 1966 dan pada
dasawarsa 1980- an Indonesia mulai muncul sebagai kekuatan industri yang
penting diantara negara sedang berkembang. Sektor industri diharapkan mempunyai
peranan penting sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh
karena itu, beberapa kebijakan deregulasi telah di luncurkan oleh pemerintah sejak
tahun 1983 untuk menjawab tantangan semakin terbukanya perekonomian dan terbatasnya
sumber devisa untuk membiayai pertumbuhan ekonomi tersebut Mengacu pada arah
pembangunan nasional, pembangunan di Jawa Tengah di arahkan untuk mempercepat
pertumbuhan ekonomi, yaitu dengan menjadikan pembangunan sektor industri
manufaktur sebagai prioritas pembangunan ekonomi dan tetap memperhatikan
pembangunan di sektor yang lainnya. Industri manufaktur di Jawa Tengah, selain
ditopang oleh industri besar dan sedang, industri kecil dan kerajinan rumah tangga
juga oleh industri pengilangan minyak di Cilacap dan Cepu. Secara umum, sumbangan
industri manufaktur terhadap PDRB kurun waktu 1996-2000 mengalami tluktuasi.
Pertumbuhan industri manufaktur berdasarkan harga konstan dalam periode 1996-2000
cenderung mengalami penurunan.
Riset terdahulu
Berdasarkan data BPS tahun 2000 penurunan sumbangan industri
manufaktur terhadap PRDB mengalami penurunan sebesar 14,61% akibat minusnya
pertumbuhan sector industry pada tahun 1998 yang dikarenakan krisis moneter.
Motivasi penelitian
Penelitian ini terutama ditujukan untuk menganalisis
efisiensi industri manufaktur di Jawa Tengah.
Metodologi Penelitian
Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder yang bersumber dari Jawa Tengah dalam Angka, Statistik Industri Besar
dan Sedang Jawa Tengah, Statistik Industri Besar dan Sedang Indonesia,
Statistik Indonesia, Indikator Industri Besar dan Sedang Indonesia, Pedoman
Lapangan Pemutakhiran Direktori dan Pencacahan Survei Tahunan Perusahaan
Industri Besar dan Sedang yang diterbitkan oleh Biro Pusat Statistik Jawa
Tengah maupun Nasional tahun 1995 - 2000. Adapun kelompok industri yang dipakai
adalah Klasifikasi Lapangan Usaha Industri (KLUI) dua digit.
Model penelitian
DEA (Data Envelopment Analysis) yang dikembangkan pertama
kali oleh Farrel (1957) dalam Sengupta (1999), kemudian dipopulerkan oleh
Charnes, Cooper dan Rhodes (1978) dalam Julnes (2000), serta Banker, Charnes
dan Cooper (1984) dalam dalam Dinc dan Haynes (1999). Analisis DEA digunakan untuk
mengukur efisiensi sektor industri manufaktur .
Analisis yang kedua adalah analisis shift-share yang dikembangkan pertama kali oleh
Daniel B. Creamer (1943) dalam Prasetyo Soepono (1993) dan dipakai sebagai alat
analitik pada permulaan tahun 1960-an oleh Ashby (1964) dalam Prasetyo Soepono (1993).
Dan analisis shift-share ini untuk mengetahui keunggulan kompetitif dari sub
sektor industri manufaktur.
Hasil dan Analisis Penelitian
Tingkat efisiensi teknik dengan asumsi CRS menunjukkan nilai
100 %. Artinya bahwa rata-rata sub sektor industri manufaktur besar-sedang di
Jawa Tengah sudah mampu memaksimalkan pemanfaatan inputnya. Hanya ada dua sub
sektor industri manufaktur yang tidak efisien. Yaitu KLUI 33 dan KLUI 35.
Tingkat efisiensi teknik pada sub sector industri manufaktur di Jawa Tengah
yang telah mencapai nilai 100 % untuk tetap dipertahankan di masa yang akan
datang. Karena dengan kinerja yang efisien akan menurunkan biaya operasional
dan peningkatan kualitas kerja, sehingga akan mampu mendorong pembangunan di
sektor yang lain di Jawa Tengah. Kebijakan-kebijakan untuk tetap mempertahankan
tingkat efisiensi pada sub sektor manufaktur adalah dengan mengupayakan
pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia (tenaga kerja), modal maupun
teknologi dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mempunyai prospek pasar yang
besar baik di dalam maupun di luar negeri. Sehingga industri tersebut dapat dinikmati
secara luas oleh masyarakat. Berdasarkan pada kriteria keunggulan kompetitif,
maka klasifikasi industri di Jawa Tengah yang lebih unggul dibandingkan dengan
tingkat nasional adalah KLUI 31, KLUI 32, KLUI 33, KLUI 35, KLUI 39.
Klasifikasi-klasifikasi industri tersebut di Jawa Tengah lebih unggul daripada
tingkat nasional karena rij > rin . Sedangkan berdasarkan pada kriteria
tingkat spesialisasi, maka klasifikasi industri di Jawa Tengah yang lebih spesialis
daripada tingkat nasional adalah KLUI 33, KLUI 34, KLUI 35, KLUI 37, KLUI 38
dan KLUI 39. Hal ini disebabkan karena E' ij > Eij . Sektor-sektor yang
tidak mempunyai keunggulan kompetitif dan spesialisasi di Jawa Tengah dari sisi
tenaga kerja harus lebih di perhati kan pengembangannya, terutama yang
menyangkut kualitas dan biaya ekonomi, melalui peningkatan pendidikan dan
pelatihan, baik formal maupun informal. Hal ini dimaksudkan agar pada
sektor-sektor yang tidak mempunyai keunggulan kompetitif dan spesialisasi dapat
dihasilkan produk yang berkualitas dengan biaya ekonomi yang rendah, sehingga
mampu menjadi daya saing yang kuat di pasaran.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa
sebetulnya rata-rata sub sector industry manufaktur di Jawa Tengah sudah mampu
memanfaatkan inputnya dengan maksimal, ditandai dengan asumsi CRS yang telah
menunjukkan nilai 100%. Namun memang tidak semuanya telah mencapai nilai 100%. Untuk
subsector yang telah mencapai nilai 100% hal itu harus dipertahankan. Namun bagi
subsector yang belum mencapai nilai tersebut maka efisiensi harus ditingkatkan,
seperti efisiensi biaya operasional,
peningkatan kualitas kerja dengan melakukan pelatihan, pemanfaatan SDM, SDA,
dan modal maupun teknologi dengan sebaik-baiknya yang dilakukan baik secara
formal maupun non formal. Semua hal ini dimaksudkan agar sector-sektor yang
nilainya masih dibawah 100% ini bisa memiliki daya saing yang lebih kuat lagi
di pasaran di masa mendatang.
Labels:
Teori Ekonomi 2,
Tugas
Sabtu, 26 November 2011
Analisis Jurnal
Judul : Analisis Distribusi
dalam Pembentukan Harga Komoditas Cabai dan Implikasinya Terhadap Inflasi
Nama Pengarang : Nugroho
Joko Prastowo, Tri Yanuarti, Yoni Depari
Tahun :
2008
Tema :
Pembentukan Harga Komoditas Cabai
LATAR BELAKANG MASALAH
- Fenomena
Komoditas cabai di Indonesia setiap tahunnya mengalami
pergerakan harga naik dan turun yang begitu fluktuatif. Apalagi pada
musim-musim tertentu seperti mendekati hari-hari besar keagamaan dan saat
perubahan iklim pancaroba. Harganya bisa melambung sangat tinggi bahkan
melebihi 100%. Seperti contohnya pada fenomena mendekati Hari Raya Idul Adha
kemarin, dimana harga cabai mencapai Rp 40.000/kg setelah sebelumnya harga
cabai hanya berkisar antara Rp 20.000/kg.
- Riset terdahulu
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik berikut
ini adalah tabel bagaimana rata‐rata
harga cabai pada berbagai tingkatan rantai pemasaran selama 3 tahun terakhir,
2007-2009 (dalam Rp)
- Motivasi Penelitian
Adapun motivasi penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran
distribusi dalam pembentukan harga komoditas.
METODOLOGI
- Data
Data yang digunakan merupakan data sekunder dimana data
tersebut diperoleh dari hasil penelitian yang sudah ada dilengkapi dengan data
yang diperoleh dari instansi pemerintahan seperti data BPS (Badan Pusat
Statistik).
- Variabel
Yang menjadi variable dalam penelitian ini adalah harga cabai
merah di tingkat eceran, pasokan cabai, permintaan cabai, harga BBM yang
mencakup biaya transportasi, dan variable gangguan distribusi yaitu factor cuaca
dan bencana alam.
- Model Penelitian
Guna mencapai tujuan penelitian, metode yang digunakan dalam
penelitian adalah:
a. Metode deskriptif untuk memberikan
gambaran secara jelas mengenai karakteristik dari komoditas cabai tersebut,
seperti pola produksi dan konsumsi, pola distribusi, tata niaga dan mekanisme
pembentukan harganya.
b. Metode kuantitatif dengan menggunakan
persamaan ekonometrik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
pembentukan harga dan menganalisis dampak distribusi terhadap pembentukan harga
komoditas cabai.
c. Metode survei yang ditujukan untuk
memperoleh informasi tambahan mengenai mekanisme distribusi dan pembentukan
harga komoditas, dan sekaligus ditujukan untuk mengkonfirmasi kesimpulan hasil
analisis kuantitatif yang menggunakan data sekunder.
HASIL DAN ANALISIS
PENELITIAN
Persamaan
pembentukan harga untuk komoditas cabe merah lebih sederhana karena nyaris
tidak ada kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mempengaruhi harga cabe
merah sehingga lebih mengandalkan variabel produksi dan distribusi. Persamaan pembentukan
harga cabe merah di tingkat pengecer adalah sebagai berikut:
PCt
= τ0 + τ1 PCt-1 + τ2 Q’Ct + τ3 POt + τ4 DDISt + εct ...........................
(8)
di mana PC
merupakan harga cabe merah di tingkat eceran, Q’C merupakan selisih (gap) antara
pasokan dan permintaan cabe merah, PO adalah harga BBM sebagai proksi dari biaya
tansportasi, dan DDIS merupakan variabel dummy gangguan distribusi yang disebabkan
oleh faktor cuaca dan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Estimasi dilakukan
menggunakan data bulanan dengan periode tahun 2003-2006 sesuai dengan ketersediaan
data.
Berdasarkan
hasil estimasi dari persamaan tersebut menunjukkan bahwa performa komoditas
cabai masih bisa dikatakan bagus. Walaupun pembentukan harga cabe masih
bersifat adaptif, namun persistensi harga cabe merah cenderung rendah. Untuk
itu harga cabe merah lebih bergejolak (volatile) karena lebih sering
mengalami penurunan persistensi. Sementara itu, pengaruh distribusi dalam
pembentukan harga cabe merah cukup signifikan misalnya gangguan iklim yang
berdampak kerusakan lahan perkebunan cabai. Sehingga bisa menyebabkan penurunan
produksi. Bisa juga disebabkan karena kerusakan jalan sehingga menghambat
pendistribusian cabai.
Cabe merah yang
bersifat perishable (mudah
rusak/busuk) dan transaksinya yang bersifat lintas wilayah akan semakin
peka terhadap variabel distribusi dan menjadi komoditas penyumbang inflasi jika
terjadi shock distribusi. Karena salah satu penyumbang inflasi terbesar
adalah dari volatile foods (komoditas pangan) yaitu sebesar 27,2%. Yang hal ini
disebabkan oleh adanya sifat perishable tersebut.
KESIMPULAN
Secara umum,
faktor distribusi yang berpengaruh terhadap pembentukan harga komoditas dapat
meliputi: biaya transportasi, gangguan distribusi, rantai distribusi, dan marjin
keuntungan di setiap rantai distribusi. Hasil estimasi pembentukan harga komoditas
utama penyumbang inflasi kelompok volatile foods mengindikasikan bahwa semakin
cepat rusak/busuk (perishable) suatu komoditas tingkat fluktuasi
harganya semakin tinggi dan ini terjadi pada komoditas cabai yang memiliki
sifat perishable yang cukup peka.
Tugas ini dikerjakan bersama Eka Agustianingsih
Labels:
Teori Ekonomi,
Tugas
Selasa, 08 November 2011
Komoditas Cabai di Indonesia
Cabai termasuk salah satu komoditas penting rakyat Indonesia. Biasanya
paling banyak digunakan dalam bentuk segar maupun olahan untuk konsumsi
rumah tangga,industri pengolahan makanan,dan industri makanan. Selain
itu cabai merah dimanfaatkan untuk pembuatan obat-obatan dan kosmetik. Cabai
merah mempunyai luas areal penanaman paling besar diantara komoditas
sayur-sayuran,sehingga permintaan terhadap komoditas ini cenderung
besar. Oleh sebab itulah,
pergerakan harga cabai sangat disoroti , apalagi seperti saat ini
menjelang perayaan hari raya Idul Adha yang biasanya kenaikan
permintaannya bisa tiga sampai empat kali lebih besar dibanding hari
biasa.
Labels:
Teori Ekonomi,
Tugas
Sabtu, 05 November 2011
Kebijakan Harga
Dalam mengontrol kegiatan
perekonomian pemerintah memiliki kebijakan-kebijakan tertentu. Seperti dalam
penetapan harga untuk suatu barang, pemerintah memiliki 2 macam penetapan harga
suatu barang, yaitu price ceiling dan price floor. Penetapan price ceiling dan
price floor ini akan menyebabkan surplus dan shortage.
Gambar dibawah ini adalah
gambar untuk kurva surplus dan shortage. Yang selanjutnya akan dibahas pada
penjelasan dibawahnya.
Labels:
Teori Ekonomi,
Tugas
Pergeseran Kurva Penawaran
Kurva penawaran tidak
selamanya tetap. Dapat terjadi pergeseran dua arah, yaitu pergeseran ke kanan (kenaikan penawaran) dan pergeseran ke kiri (penurunan penawaran).
Pergeseran tersebut terjadi
disebabkan beberapa faktor yang ikut mempengaruhi, yaitu:
1. Harga sumberdaya yang
relevan
Harga
dari bahan baku / sumberdaya sangatlah berpengaruh terhadap kurva penawaran.
Apabila terjadi kenaikan harga pada bahan baku utama tentu saja produsen harus
memproduksi lebih sedikit produk jika tidak mau menambah biaya. Sementara itu
jika harga bahan baku turun, maka dengan biaya yang sama produsen dapat
memproduksi lebih banyak produknya.
2. Penggunaan teknologi
Penggunaan teknologi terutama di era
globalisasi ini memang sudah bukan hal asing lagi. Penggunaan teknologi ini
dapat menekan biaya-biaya seperti biaya tenaga kerja, karena step-stepnya bisa
dikerjakan secara otomatis oleh mesin.
Sementara jika tanpa
penggunaan teknologi atau semua dilakukan secara manual seperti cara
tradisional memerlukan jumlah tenaga kerja yang lebih besar dan tenaga kerja
itu membutuhkan biaya untuk digaji. Maka dengan pengeluaran biaya tetap produk
yang dapat dihasilkan akan lebih sedikit.
3. Banyaknya penjual
Banyaknya
jumlah penjual di pasar dengan jenis barang yang sama juga dapat mempengaruhi
kurva permintaan. Jika jumlah penjual yang menjual barang yang sama terhitung
banyak, ini akan membuat penawaran akan barang tersebut meningkat. Karena
kesuksesan seseorang dalam berjualan sesuatu dan memperoleh laba yang banyak
dapat meningkatkan minat penjual lainnya untuk mengulangi kesuksesan tersebut,
sehingga penawaran akan barang tersebut oleh si produsen tentu akan meningkat
melihat kesempatan seperti ini.
Sebaliknya jika jumlah
penjual jenis barang tersebut sedikit maka otomatis penawaran dari produsen
akan lebih sedikit karena sedikitnya jumlah penjual yang mau menjual produknya
tersebut.
4. Perkiraan harga di masa
depan
Perkiraan
harga di masa depan yang rendah membuat produsen akan lebih memprioritaskan
untuk memaksimalkan penjualan dalam waktu dekat untuk memaksimalkan keuntungan.
Sementara jika harga di masa
depan diramalkan lebih baik maka ada kemungkinan penawaran saat ini ditunda
untuk memperoleh laba maksimum di masa depan dengan melakukan sedikit penundaan
untuk menunggu harga yang bagus. Maka
kurva penawaran bergeser ke kiri.
5. Pajak dan subsidi
Kenaikan beban pajak dapat menyebabkan pergeseran kurva
penawaran ke sebelah kiri karena dengan beban pajak yang bertambah maka
produsen harus menurunkan jumlah produksinya jika ingin memproduksi dengan
biaya yang sama, hal ini menyebabkan menurunnya jumlah penawaran.
Sementara pemberian subsidi
dari pemerintah kepada produsen menggeser kurva penawaran ke sebelah kanan.
Karena dengan biaya sama yang dikeluarkan produsen lalu ditambah dengan subsidi
dari pemerintah maka produsen dapat memproduksi barang lebih banyak.
6. Pembatasan pemerintah
Pembatasan pemerintah ini menyangkut kebijakan yang
dibuat pemerintah kepada produsen. Misalnya kebijakan pemerintah untuk
meningkatkan jumlah produksi suatu barang, maka otomatis jumlah penawaran oleh
produsen akan meningkat. Begitupun sebaliknya jika pemerintah menetapkan
kebijakan untuk menurunkan jumlah produksi suatu jenis barang maka jumlah
penawaran produsen akan barang tersebut akan menurun.
Labels:
Teori Ekonomi,
Tugas
Sabtu, 22 Oktober 2011
Sirkulasi Aliran Pendapatan
Sirkulasi aliran pendapatan adalah skema
proses perilaku ekonomi yang dilakukan oleh 4 pihak utama yaitu Masyarakat,
Produsen, Pemerintah, dan Bank.
Sebetulnya skema ini bisa cukup menerangkan
tentang rumus pendapatan nasional dan
bagaimana semua itu menjadi berkaitan.
Labels:
Teori Ekonomi,
Tugas
Globalisasi
Globalisasi berasal dari kata global, globe, yang berarti
dunia, mendunia.
Globalisasi sendiri dalam ruang lingkup perekonomian bisa
diartikan sebagai persaingan tidak terbatas batas negara. Jadi misalnya dalam
proses persaingan penjualan atau tenaga kerja, di zaman globalisasi sekarang
ini semua sudah tidak lagi ada batasan siapa warga negaranya atau apapun.
Seluruh penduduk dunia sudah secara bebas bersaing di
pasar terbuka. Itu kenapa di zaman globalisasi seperti sekarang ini persaingan
menjadi lebih ketat di dunia nyata. Dan
itu juga kenapa proses seleksi alam berjalan lebih kejam.
Di zaman globalisasi seperti sekarang ini kualitas dalam
diri adalah yang harus sangat diperhatikan. Dalam sisi softskill ataupun
hardskill. Semua harus dalam proporsi yang seimbang. Karena hidup di zaman
globalisasi seperti sekarang ini sudah tidak mungkin lagi anda menjadi
biasa-biasa saja lalu anda ingin sukses, yang biasa-biasa saja mungkin akan
terseleksi oleh alam, apalagi yang dibawah biasa.
Dari terjadinya proses globalisasi ini tentu saja ada
dampak positif dan negative yang ditimbulkan.
Labels:
Teori Ekonomi,
Tugas
Jumat, 21 Oktober 2011
Kelangkaan dan Hal yang Diakomodir Dalam Ekonomi
Kelangkaan...
Kelangkaan itu bisa terjadi karena besarnya kebutuhan yang melebihi tersedianya sumber daya.
Kenapa ada barang yang langka dan tidak?
Bisa timbulnya kelangkaan pada suatu barang itu dikarenakan besarnya kebutuhan dan keinginan masyarakat untuk mendapatkan benda tersebut, sementara ketersediaan barang tersebut tidak mampu mengimbangi permintaan dari masyarakat itu. Entah dikarenakan memang sumberdaya yang terbatas, atau karena keterbatasan produksi dari barang tersebut. Sementara jika permintaan dan ketersediaan barang tersebut seimbang ataupun malah permintaannya yang lebih sedikit dari ketersediaan, maka tidak akan terjadi kelangkaan pada barang tersebut.
Ekonomi sendiri mengakomodir hal hal yang juga berhubungan dengan kelangkaan.
Apa yang diakomodir dalam ekonomi ?
Ekonomi itu mengakomodir dua hal, yaitu kebutuhan dan keinginan.
Kebutuhan itu sesuatu yang diinginkan oleh manusia yang memang penting dan dibutuhkan dalam kehidupan. Sementara keinginan itu sesuatu yang diinginkan oleh manusia tetapi tidak pasti dibutuhkan oleh manusia itu sendiri. Jadi lebih ke pemenuhan kepuasan bagi si manusia saja.
Kalau sebuah keinginan tidak dipenuhi sebetulnya tidak apa-apa, tapi lebih ke kepuasan atau kesejahteraan dari si manusianya saja yang berkurang. Sementara jika sebuah kebutuhan tidak dipenuhi maka yang terjadi si manusia tersebut akan menjadi kekurangan.
Dalam ruang lingkupnya keinginan memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Karena setiap kebutuhan itu pasti keinginan, sementara tidak semua keinginan itu sebenarnya kita butuhkan.
Kelangkaan itu bisa terjadi karena besarnya kebutuhan yang melebihi tersedianya sumber daya.
Kenapa ada barang yang langka dan tidak?
Bisa timbulnya kelangkaan pada suatu barang itu dikarenakan besarnya kebutuhan dan keinginan masyarakat untuk mendapatkan benda tersebut, sementara ketersediaan barang tersebut tidak mampu mengimbangi permintaan dari masyarakat itu. Entah dikarenakan memang sumberdaya yang terbatas, atau karena keterbatasan produksi dari barang tersebut. Sementara jika permintaan dan ketersediaan barang tersebut seimbang ataupun malah permintaannya yang lebih sedikit dari ketersediaan, maka tidak akan terjadi kelangkaan pada barang tersebut.
Ekonomi sendiri mengakomodir hal hal yang juga berhubungan dengan kelangkaan.
Apa yang diakomodir dalam ekonomi ?
Ekonomi itu mengakomodir dua hal, yaitu kebutuhan dan keinginan.
Kebutuhan itu sesuatu yang diinginkan oleh manusia yang memang penting dan dibutuhkan dalam kehidupan. Sementara keinginan itu sesuatu yang diinginkan oleh manusia tetapi tidak pasti dibutuhkan oleh manusia itu sendiri. Jadi lebih ke pemenuhan kepuasan bagi si manusia saja.
Kalau sebuah keinginan tidak dipenuhi sebetulnya tidak apa-apa, tapi lebih ke kepuasan atau kesejahteraan dari si manusianya saja yang berkurang. Sementara jika sebuah kebutuhan tidak dipenuhi maka yang terjadi si manusia tersebut akan menjadi kekurangan.
Dalam ruang lingkupnya keinginan memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Karena setiap kebutuhan itu pasti keinginan, sementara tidak semua keinginan itu sebenarnya kita butuhkan.
Labels:
Teori Ekonomi,
Tugas
Senin, 27 Juni 2011
Info Liburan Gratis
Buat yang suka jalan-jalan, travelling, dan pengen liburan gratis ada promo seru bannget nih!
cuma dengan ikutan quiz, ngejawab soal soal seputar pariwisata, bisa dapet hadiah jalan jalan gratis ke pulau komodo 3hari 2 malam!
seru banget kan, !
buat yang berminat bisa coba, klik aja yang dibawah ini :)
Quiz, Visit Indonesia
cuma dengan ikutan quiz, ngejawab soal soal seputar pariwisata, bisa dapet hadiah jalan jalan gratis ke pulau komodo 3hari 2 malam!
seru banget kan, !
buat yang berminat bisa coba, klik aja yang dibawah ini :)
Quiz, Visit Indonesia
Minggu, 15 Mei 2011
Struktur Produksi
Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan skema. Struktur produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional.
Langganan:
Postingan (Atom)



